| Changing of FIRB |
|
|
|
|
PERUBAHAN PERATURAN DALAM MEMBELI TEMPAT TINGGAL BAGI PELAJAR ASING DI AUSTRALIA! Beberapa perubahan baru yang penting telah diberlakukan oleh pemerintahan Kevin Rudd. Sebelumnya, mereka yang bukan Permanent Resident dalam membeli sebuah tempat tinggal hanya dapat membeli bangunan yang baru (atau sedang dalam pembangunan) sesuai persyaratan ketat Foreign Investment Review Board (FIRB). Belum lama ini, pemerintahan Rudd telah mulai melakukan berbagai perubahan administratif berkaitan dengan proses Foreign Investment Review (peraturan penanaman modal asing).
Chris Bowen, sebagai asisten bendahara, telah mengumumkan perubahan administratif terhadap peratuan pemerintah akan persyaratan penanaman modal asing bagi pembelian real estate tempat tinggal oleh orang asing (non-permanent resident). Perubahan – perubahan tersebut akan mempermudah dan memperbaharui persyaratan penanaman modal asing bagi pembeli perumahan real estate membantu fleksibilitas market yang ada, serta mengurangi biaya yang harus dibayar resident sementara (temporary resident) serta industri konstruksi.
Perubahan – Perubahan Dalam Persyaratan Penanaman Modal Asing Yang Akan Berpengaruh Terhadap Pelajar Asing 1. Sebelumnya, tidak semua temporary resident dapat membeli property secara langsung di Australia, mereka harus mengajukan ijin (notification) terlebih dahulu dalam pembelian property. Namun kini, temporary resident akan dikecualikan dari notification tersebut dalam pembelian residential real estate yang sudah ada / telah berdiri (bukan baru) yang digunakan untuk tempat tinggal pribadi. Lebih jauh lagi, larangan yang melarang pemilik student visa untuk membeli sebuah property dengan harga diatas AUD$300,000 akan ditarik. Namun, peraturan larangan bagi temporary resident untuk membeli lebih dari satu property akan tetap berlaku. 2. Definisi temporary resident sebagai seseorang yang memiliki visa setidaknya dengan jangka waktu 12 bulan juga akan diperbaharui untuk mencakup para temporary resident dengan masa berlaku visa yang lebih pendek serta para pemegang bridging visa untuk jangka waktu panjang. Dalam hal ini, pelajar dengan student visa yang memiliki masa berlaku lebih dari 12 bulan dapat juga membeli property. Dan pengunjung jangka pendek, contohnya turis atau beberapa tipe tertentu dari business visa, akan tetap dikategorikan sebagai temporary resident. 3. Prosedur administratif yang baru diberlakukan bagi orang luar negri yang non-resident atas notifikasi serta pemberian ijin akan pembelian tanah tinggal kosong ataupun bagi pembangunan tempat tinggal baru. Peraturan notification baru ini akan mengantikan sistem administratif yang berlaku saat ini dimana diperlukan setidaknya hingga 30 hari untuk mendapatkan persetujuan tersebut. 4. Kondisi pembelian orang luar negri yang non-residential terhadap sebuah blok dari tanah tinggal kosong akan dihapuskan kecuali peraturan akan diharuskannya pembangunan dimulai dalam waktu 24 bulan. Saat ini pembangunan harus dilakukan dalam waktu 12 bulan (jangka waktu ini biasanya diperpanjang) dan setidaknya 50% dari harga beli tanah harus dipergunakan untuk pembangunan tersebut. 5. Kondisi bahwa tidak lebih dari 50% perumahan / bangunan baru yang dapat dijual kepada orang luar (non-local) akan dihilangkan, mengingat developer juga akan menawarkannya ke pasar lokal maupun luar negri. 6. Definisi ‘perumahan baru (new dwelling)’ akan diperluas untuk mencakup unit – unit yang belum terjual namun telah disewakan dengan jangka waktu tidak lebih dari 12 bulan. Hal ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi developer untuk dalam menyewakan unit – unit tersebut dalam jangka waktu pendek hingga pembeli ditemukan. 7. Perusahaan asing akan diperbolehkan untuk membeli perumahan yang telah dibangun untuk keperluan pegawainya yang tinggal di Australia. Perubahan besar bagi pelajar asing dalam hal ini adalah bahwa pelajar asing dengan visa Australia yang memiliki masa berlaku lebih dari 12 bulan akan dapat membeli sebuah property di Australia. Property dapat berupa apartemen ataupun rumah, yang lama ataupun baru. Informasi lebih jauh dapat dilihat di: Jika anda ragu akan hal ini, Kabo Lawyers dapat membantu anda! Informasi lebih lanjut, hubungi (03) 9663 3337 atau email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .
Konfir Kabo adalah notaris dan agen migrasi di Melbourne berasal dari Indonesia, lulusan Monash University. Beliau berpengalaman banyak dalam bidang hukum, terutama hukum property, hukum dagang, hukum imigrasi juga dapat membantu dalam applikasi permanent resident (skilled migration, spouse migration and business skills) serta memberikan nasehat visa. Pertanyaan akan hal hukum / migrasi hubungi kami di (03) 9663 3337 atau email: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . |